Ada peribahasa China yang berbunyi demikian, “bai yi tong, bu ru yi yi jing.”. Dalam bahasa Indonesia, “Lebih baik mahir dalam satu bidang, daripada banyak bidang tetapi setengah-setengah.” Kita memang harus menguasai bidang kita dengan baik agar kita memiliki ‘modal’ yang dapat diandalkan untuk hidup. [diambil dari buku 50 Chinese Wisdoms halaman 145]
Peribahasa ini sangat mengena dalam pengalaman hidup saya. Beberapa kali dalam perjalanan hidup ini, saya suka tidak fokus dengan apa yang sedang saya kerjakan. Dampaknya, yang saya sedang kerjakan tidak memberikan hasil yang baik. Sebaliknya, ketika saya fokus kepada satu hal, justru disitulah saya bisa berprestasi dengan baik. Saya tidak menyadari hal ini sampai sekitar bulan April 2007 lalu ketika sedang mereview apa yang sudah saya jalani selama ini.
Seorang pembalap Formula 1, dia akan mengerahkan seluruh pikirannya hanya kepada balapan dan track yang akan dia jalani. Dia tidak akan sempat ber-sms-an ketika sedang balapan dengan kecepatan tinggi. Hal ini karena kecepatan tinggi ketika membawa mobil balapnya sangat membutuhkan konsentrasi tinggi dan fokus pada jalan di depan dan sekitarnya.
Pada waktu kita mengendari mobil, kita bisa sambil sms-an atau pun menelpon ketika mobil yang kita jalankan sedang terkena macet. Tapi, ketika sedang melaju apalagi sedang melaju kencang di jalan tol, jangan pernah berpikiran untuk menyetir sambil mengirim sms atau menelpon karena akan sangat berbahaya sekali. Sekali tidak fokus ketika menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, maka dampaknya bisa sangat fatal, bisa terjadi kecelakaan yang mematikan.
Sebenarnya, tanpa disadari, kita juga sering melakukan ‘fokus’ ini. Misalnya, kita sering tidak suka diganggu kalau kita lagi asik nonton film yang sedang seru-serunya. Atau, kita tidak mau berhenti ketika sedang ditengah kerjaan membongkar-bongkar atau membersihkan mobil.
Fokus, tidak hanya untuk yang sedang berlangsung saja. Fokus juga bisa untuk hal yang periode berlangsungnya lama. Kita menyebutnya dengan spesialisasi.
Seorang montir mobil yang sudah bekerja selama sepuluh tahun, dia bisa dengan cepat menemukan ‘penyakit’ mobil hanya dengan mendengar suara mobil tersebut. Seorang teller bank yang telah bekerja selama sepuluh tahun, bisa dengan cepat membedakan mana uang palsu dan mana yang asli dengan cukup memegang atau merabanya dengan sekilas. Seorang auditor yang sudah bekerja selama sepuluh tahun, akan bisa melihat laporan keuangan yang mengandung masalah hanya dari penglihatan sekilas saja. Mbah Maridjan yang menjadi juru kunci gunung Merapi, bisa mengetahui gunung Merapi itu akan meletus atau tidak meletus hanya melihat dari gejala alamnya saja karena dia sudah puluhan tahun menjadi penjaga gunung Merapi.
Dengan fokus mengerjakan sesuatu yang sama dalam kurun waktu yang lama dan berulang-ulang, tanpa sadar kita telah membangun database hal tersebut ke dalam pikiran kita. Sejalan dengan waktu, database tersebut semakin bertambah banyak. Hal inilah yang membuat seseorang itu jadi terlihat mahir di satu bidang, tapi bisa kurang mahir di bidang lain.
Semakin lama kita bergelut di satu bidang dengan tingkat intensitas dan frekuensi yang tinggi, semakin banyak database di otak kita akan hal tersebut sehingga ketika kita membutuhkan untuk mengambil keputusan akan satu hal yang berkaitan dengan hal tersebut, otak kita akan dengan cepat mencari solusinya berdasarkan database yang sudah tersimpan. Otak kita akan dengan cepat mengolah data-data yang ada sehingga keputusan yang diambil akan jauh lebih baik. Proses berpikirnya bisa satu jam, bisa hanya satu menit, bahkan bisa hanya satu detik saja.
Sekarang tinggal kembali ke diri kita sendiri, mana yang akan kita pilih. Akankah kita fokus ke satu bidang tapi mendalam, ataukah kita ke banyak bidang tapi setengah-setengah.
Menutup tulisan kali ini, saya kutipkan satu lagi peribahasa China yang menarik untuk diselami yang berbunyi, ” cheng ren bu zi zai, zi zai bu cheng ren”, yang dalam bahasa Indonesia, “orang sukses tidak santai, orang santai tidak sukses.” Orang sukses adalah orang yang memiliki kemauan dan keuletan, suka bekerja keras, serta tidak suka menyia-nyiakan waktu.
Jakarta, Minggu 2 Desember 2007, 18:43 WIB.
