Fokus

•Desember 2, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ada peribahasa China yang berbunyi demikian, “bai yi tong, bu ru yi yi jing.”. Dalam bahasa Indonesia, “Lebih baik mahir dalam satu bidang, daripada banyak bidang tetapi setengah-setengah.”  Kita memang harus menguasai bidang kita dengan baik agar kita memiliki ‘modal’ yang dapat diandalkan untuk hidup. [diambil dari buku 50 Chinese Wisdoms halaman 145]

Peribahasa ini sangat mengena dalam pengalaman hidup saya. Beberapa kali dalam perjalanan hidup ini, saya suka tidak fokus dengan apa yang sedang saya kerjakan. Dampaknya, yang saya sedang kerjakan tidak memberikan hasil yang baik. Sebaliknya, ketika saya fokus kepada satu hal, justru disitulah saya bisa berprestasi dengan baik. Saya tidak menyadari hal ini sampai sekitar bulan April 2007 lalu ketika sedang mereview apa yang sudah saya jalani selama ini.

Seorang pembalap Formula 1, dia akan mengerahkan seluruh pikirannya hanya kepada balapan dan track yang akan dia jalani.  Dia tidak akan sempat ber-sms-an ketika sedang balapan dengan kecepatan tinggi. Hal ini karena kecepatan tinggi ketika membawa mobil balapnya sangat membutuhkan konsentrasi tinggi dan fokus pada jalan di depan dan sekitarnya.

Pada waktu kita mengendari mobil, kita bisa sambil sms-an atau pun menelpon ketika mobil yang kita jalankan sedang terkena macet. Tapi, ketika sedang melaju apalagi sedang melaju kencang di jalan tol, jangan pernah berpikiran untuk menyetir sambil mengirim sms atau menelpon karena akan sangat berbahaya sekali. Sekali tidak fokus ketika menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, maka dampaknya bisa sangat fatal, bisa terjadi kecelakaan yang mematikan.

Sebenarnya, tanpa disadari, kita juga sering melakukan ‘fokus’ ini. Misalnya, kita sering tidak suka diganggu kalau kita lagi asik nonton film yang sedang seru-serunya. Atau, kita tidak mau berhenti ketika sedang ditengah kerjaan membongkar-bongkar atau membersihkan mobil.

Fokus, tidak hanya untuk yang sedang berlangsung saja. Fokus juga bisa untuk hal yang periode berlangsungnya lama. Kita menyebutnya dengan spesialisasi.

Seorang montir mobil yang sudah bekerja selama sepuluh tahun, dia bisa dengan cepat menemukan ‘penyakit’ mobil hanya dengan mendengar suara mobil tersebut. Seorang teller bank yang telah bekerja selama sepuluh tahun, bisa dengan cepat membedakan mana uang palsu dan mana yang asli dengan cukup memegang atau merabanya dengan sekilas. Seorang auditor yang sudah bekerja selama sepuluh tahun, akan bisa melihat laporan keuangan yang mengandung masalah  hanya dari penglihatan sekilas saja.  Mbah Maridjan yang menjadi juru kunci gunung Merapi, bisa mengetahui gunung Merapi itu akan meletus atau tidak meletus hanya melihat dari gejala alamnya saja karena dia sudah puluhan tahun menjadi penjaga gunung Merapi.

Dengan fokus mengerjakan sesuatu yang sama dalam kurun waktu yang lama dan berulang-ulang, tanpa sadar kita telah membangun database hal tersebut ke dalam pikiran kita. Sejalan dengan waktu, database tersebut semakin bertambah banyak. Hal inilah yang membuat seseorang itu jadi terlihat mahir di satu bidang, tapi bisa kurang mahir di bidang lain.

Semakin lama kita bergelut di satu bidang dengan tingkat intensitas dan frekuensi yang tinggi, semakin banyak database di otak kita akan hal tersebut sehingga ketika kita membutuhkan untuk mengambil keputusan akan satu hal yang berkaitan dengan hal tersebut, otak kita akan dengan cepat mencari solusinya berdasarkan database yang sudah tersimpan.  Otak kita akan dengan cepat mengolah data-data yang ada sehingga keputusan yang diambil akan jauh lebih baik. Proses berpikirnya bisa satu jam, bisa hanya satu menit, bahkan bisa hanya satu detik saja.

Sekarang tinggal kembali ke diri kita sendiri, mana yang akan kita pilih. Akankah kita fokus ke satu bidang tapi mendalam, ataukah kita ke banyak bidang tapi setengah-setengah.

Menutup tulisan kali ini, saya kutipkan satu lagi peribahasa China yang menarik untuk diselami yang berbunyi, ” cheng ren bu zi zai, zi zai bu cheng ren”, yang dalam bahasa Indonesia, “orang sukses tidak santai, orang santai tidak sukses.”  Orang sukses adalah orang yang memiliki kemauan dan keuletan, suka bekerja keras, serta tidak suka menyia-nyiakan waktu.

Jakarta, Minggu 2 Desember 2007, 18:43 WIB.

Lirik Awal Lagu “Indonesia Raya”

•Agustus 4, 2007 • 2 Komentar

Indonesia Raya
cipt.: W.R. Soepratman

Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe

Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe

Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Semw’wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Reff:
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja

Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a
Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi

Slamatlah Ra’jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem’wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

Larangan Terbang

•Juli 17, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Keputusan negara Uni Eropa yang mengeluarkan larangan terbang maskapai Indonesia ke negara mereka hendaknya menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.  Larangan seperti itu jelas tidak bisa diterima dengan akal sehat kita.  Besar kemungkinan larangan ini mengandung unsur politik terkait kasus kematian Munir.

Apapun alasan negara Uni Eropa melarang terbang maskapai Indonesia ke negaranya, tetap tidak bisa diterima.  Pemerintah Indonesia harus bertindak tegas atas larangan yang tidak masuk akal ini.

Banyak kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah Indonesia untuk merespon kebijakan Uni Eropa tersebut. Misalkan saja pemerintah Indonesia menunda import daging dari negara Uni Eropa dengan alasan yang bisa kita buat. Atau, bisa juga pemerintah Indonesia menunda ekspor batubara ke negara Uni Eropa dengan alasan yang juga bisa kita buat. Atau juga kalau kita ada order pembelian pesawat dari negara Uni Eropa, bisa kita alihkan ke negara seperti Amerika sebagai bentuk ketidaksenangan kita atas kebijakan Uni Eropa.

Intinya adalah harus ada sikap balasan dari pemerintah Indonesia sebagai bentuk protes atas kebijakan yang tidak bisa kita terima tersebut. Indonesia harus berani bersikap. Indonesia harus berani menunjukkan jati dirinya.

Hal seperti ini biasa dilakukan oleh negara-negara lainnya seperti China yang baru saja melakukan pembalasan atas kebijakan pemerintah Amerika terkait barang-barangnya di Amerika. Pemerintah China berani menunda masuknya daging dari negara Amerika karena pemerintah Amerika sebelumnya melakukan pembatasan atas beberapa barang China.

Sudah saatnya Indonesia tidak takut  dan tidak ragu dalam menunjukkan jati dirinya agar tidak dilecehkan terus menerus oleh bangsa lain. -IAN-

MUJIZAT ITU NYATA

•Juli 16, 2007 • 2 Komentar

MUJIZAT ITU NYATA
Jonathan Prawira


TAK TERBATAS KUASA-MU TUHAN
SEMUA DAPAT KAU LAKUKAN
APA YANG KELIHATAN MUSTAHIL BAGIKU
ITU SANGAT MUNGKIN BAGI-MU

REFF :
DI SAAT KU TAK BERDAYA
KUASA-MU YANG SEMPURNA
KETIKA KU PERCAYA
MUJIZAT ITU NYATA

BUKAN KAR’NA KEKUATAN
NAMUN ROH-MU YA TUHAN
KETIKA KU BERDOA
MUJIZAT ITU NYATA

BRIDGE :
MUJIZAT ITU DEKAT DI MULUTKU
DAN KU HIDUP OLEH PERCAYA

*)Klik pada judul lagu untuk melihat chord lagu.

JANJI-MU SEPERTI FAJAR

•Juli 16, 2007 • 1 Komentar

JANJI-MU SEPERTI FAJAR
Ciptaan: Afen Hardiyanto, SE

KETIKA KUHADAPI KEHIDUPAN INI
JALAN MANA YANG HARUS KUPILIH
KU TAHU KU TAK MAMPU
KU TAHU KU TAK SANGGUP
HANYA KAU TUHAN TEMPAT JAWABANKU

AKU PUN TAHU KU TAK PERNAH SENDIRI
S’BAB KAU ALLAH YANG MENGGENDONGKU
TANGAN-MU MEMBELAIKU
CINTA-MU MEMUASKANKU
KAU MENGANGKATKU KE TEMPAT YANG TINGGI

REFF:
JANJI-MU SEPERTI FAJAR PAGI HARI
DAN TIADA PERNAH TERLAMBAT BERSINAR
CINTA-MU SEPERTI SUNGAI YANG MENGALIR
DAN KU TAHU BETAPA DALAM KASIH-MU

*)Kliklah pada judul untuk melihat chord dan notasinya.

Mulailah Dari Gigi Satu.

•Juli 15, 2007 • 1 Komentar

“Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” Kata-kata ini sudah sering kita dengar. Bahkan banyak dari kita yang mengamini hal tersebut. Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari kata-kata tersebut sering terlupakan ketika justru dibutuhkan.

Sering kita takut-takut untuk memulai sesuatu. Banyak sekali alasan yang bisa kita munculkan untuk menolak memulai sesuatu. Alasan-alasan tersebut seperti, tidak sanggup, terlalu berat, belum waktunya, bukan bidang saya, masih ada yang lebih pantas dari saya, saya tidak mampu, saya terlalu sibuk, saya malu untuk melakukannya, dan segudang alasan lagi yang bisa dibuat untuk menolak memulai melakukan sesuatu.

Seperti sebuah mobil. Mobil akan lebih mudah melaju bila dimulai dengan gigi satu, kemudian masuk ke gigi dua, setelah itu ke gigi tiga, dan seterusnya. Demikian juga kita manusia dalam memulai sesuatu. Perlu memulainya secara perlahan, dari hal yang sederhana dulu. Kemudian berlanjut ke hal yang lebih maju dan lebih maju lagi dengan melalui tahapan. Cara seperti ini adalah cara yang jauh lebih mudah dilakukan sebagai langkah awal dibanding dengan memulainya dari tahapan yang di atas kemampuan kita.

Percayalah, kalau anda tidak pernah memulainya, anda tidak akan pernah mencapai tujuan anda. Jangan pernah takut ditertawakan karena kita memulainya dari hal yang sederhana dulu. Kita tidak pernah menertawakan mobil karena dia mulai melaju dari gigi satu. “The journey of a thousand miles begins with one step.” Begitulah kata-kata indah dari Lao Tzu.

“Mulailah dari gigi satu.” Inilah kata-kata indah yang bisa saya buat untuk meyakini kita semua agar jangan pernah takut untuk memulai sesuatu sebetapa sederhananya hal tersebut. Hari ini, saya memulai membuat blog pribadi ini dengan keterbatasan pengetahuan yang ada. Saya tidak akan pernah takut atau pun malu karena memulainya dari gigi satu layaknya sebuah mobil yang baru akan mulai melaju.

Jakarta, Minggu 15 Juli 2007 Jam 23:37 WIB

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.