Mulailah Dari Gigi Satu.
“Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” Kata-kata ini sudah sering kita dengar. Bahkan banyak dari kita yang mengamini hal tersebut. Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari kata-kata tersebut sering terlupakan ketika justru dibutuhkan.
Sering kita takut-takut untuk memulai sesuatu. Banyak sekali alasan yang bisa kita munculkan untuk menolak memulai sesuatu. Alasan-alasan tersebut seperti, tidak sanggup, terlalu berat, belum waktunya, bukan bidang saya, masih ada yang lebih pantas dari saya, saya tidak mampu, saya terlalu sibuk, saya malu untuk melakukannya, dan segudang alasan lagi yang bisa dibuat untuk menolak memulai melakukan sesuatu.
Seperti sebuah mobil. Mobil akan lebih mudah melaju bila dimulai dengan gigi satu, kemudian masuk ke gigi dua, setelah itu ke gigi tiga, dan seterusnya. Demikian juga kita manusia dalam memulai sesuatu. Perlu memulainya secara perlahan, dari hal yang sederhana dulu. Kemudian berlanjut ke hal yang lebih maju dan lebih maju lagi dengan melalui tahapan. Cara seperti ini adalah cara yang jauh lebih mudah dilakukan sebagai langkah awal dibanding dengan memulainya dari tahapan yang di atas kemampuan kita.
Percayalah, kalau anda tidak pernah memulainya, anda tidak akan pernah mencapai tujuan anda. Jangan pernah takut ditertawakan karena kita memulainya dari hal yang sederhana dulu. Kita tidak pernah menertawakan mobil karena dia mulai melaju dari gigi satu. “The journey of a thousand miles begins with one step.” Begitulah kata-kata indah dari Lao Tzu.
“Mulailah dari gigi satu.” Inilah kata-kata indah yang bisa saya buat untuk meyakini kita semua agar jangan pernah takut untuk memulai sesuatu sebetapa sederhananya hal tersebut. Hari ini, saya memulai membuat blog pribadi ini dengan keterbatasan pengetahuan yang ada. Saya tidak akan pernah takut atau pun malu karena memulainya dari gigi satu layaknya sebuah mobil yang baru akan mulai melaju.
Jakarta, Minggu 15 Juli 2007 Jam 23:37 WIB

Horas Bang,
Tulisan singkat yang sarat inspirasi. Paragraf terakhir sangat menggugah saya. Saya sering membaca tulisan tentang “jangan takut memulai” namun masih sering “takut” memulai terutama bidang yang belum saya kuasai. Terima kasih bang atas illustrasi “mulailah sesuatu sesederhana apa pun itu”
rgds.
sastre