Tentang Saya
Sebenarnya saya tidak tahu untuk apa blog ini dibuat. Saya pun tidak tahu keuntungan apa yang akan saya dapatkan dengan membuat blog ini. Kalaupun nantinya blog ini tidak akan memberikan keuntungan apapun untuk saya, tidak apa-apa. Asalkan jangan malah nantinya merugikan saya. Waktu saja nanti yang akan menceritakannya.
Saya memulai blog ini karena ingin memulainya saja, walau tidak tahu mau kemana arah blog ini dibuat. Ibaratnya naik mobil, saya mulai menjalankan mobil tapi tidak punya tujuan. Pastinya, ada bensin yang terbuang. Walau demikian, satu hal yang saya yakini selain ada bensin yang terbuang, yaitu saya tidak diam ditempat.
Terlahir dengan nama Irwan Ariston. Walau lahir dan besar di Jakarta, tapi saya asli suku batak. Saya merupakan satu dari sekian banyak manusia Napitupulu yang hidup di bumi ini.
Kira-kira seperti inilah silsilah leluhur saya (anak perempuan tidak dihitung dalam silsilah batak):
Si Raja Batak memiliki tiga anak laki-laki dimana anak laki-laki kedua bernama/bergelar Raja Isumbaon. Raja Isumbaon memiliki tiga anak laki-laki dimana anak laki-laki pertamanya bernama/bergelar Tuan Sorimangaraja. Tuan Sorimangaraja memiliki tiga anak laki-laki dimana anak laki-laki yang ketiga bernama/bergelar Tuan Sorbadibanua alias Sisuanon. Sisuanon memiliki delapan anak laki-laki. Anak laki-laki yang pertama bernama/bergelar Sibagot Ni Pohan. Sibagot Ni Pohan memiliki empat anak laki-laki. Anak laki-laki yang bungsu bernama/bergelar Tuan Solopmalela alias Sonakmalela. Sonakmalela memiliki tiga anak laki-laki yaitu Simangunsong, Marpaung, Napitupulu. Napitupulu sendiri memiliki anak laki-laki salah satunya adalah Pardede. Namun belakangan ini Pardede dimasukan sebagai bagian dari Sonakmalela, sehingga bila disebut Sonakmalela itu ada empat yaitu Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, dan Pardede.
Untuk silsilah Napitupulu, akan saya postingkan dilain waktu. Gambaran kira-kiranya sementara ini sebagai berikut. Saat ini di Napitupulu dikenal empat yaitu Napitupulu Salim Babiat alias Sakkarihuta, Napitupulu Sipakko, Napitupulu Sieang, dan Napitupulu Muliaraja. Saya keturunan dari Napitupulu Sieang. Napitupulu Sieang ini memiliki keturunan lagi. Saya dari keturunannya Purbaragas. Napitupulu Purbaragas/br. Panjaitan memulai kampungnya di Sirandos (Sibalingga) dekat Silaen (Tobasa, Sumatra Utara).
Itulah kampung saya, Sirandos. Suatu desa yang penghasilan penduduknya mayoritas dari menanam padi. Suatu desa yang pada jaman penjajahan Belanda dijadikan tempat poskonya para gerilyawan tentara kemerdekaan. Karena Belanda tahu kampung saya menjadi tempat bersarangnya para gerilyawan, rumah ompung saya sempat hampir dibakar. Ompung boru saya (alm) menangkap dan menghalangi tangan orang Belanda yang hampir membakar. Akhirnya niatan tersebut tidak terjadi. Sekolahan SD Sirandos adalah awalnya dibangun pemerintah sebagai hadiah karena Sirandos telah berjasa menjadi tempat base nya para gerilyawan.
Akhir bulan Juni 2007, saya dan istri (br. Panjaitan), pulang ke kampung dalam rangka peresmian tugu Raja Purbaragas Napitupulu/br. Panjaitan. Foto yang menjadi header blog ini saya ambil dari Sirandos.
Saya sendiri, kalau tidak salah (masih perlu konfirmasi ulang ke ortu), adalah Napitupulu nomor 16 (generasi ke 16).
Saya bangga dan bersyukur terlahir sebagai orang batak di keluarga Napitupulu. Saya menyukai dan mengagumi adat batak. Adat batak adalah salah satu kekayaan budaya yang menarik perhatian saya. Semakin saya gali, semakin saya terkagum-kagum. Setiap mengamati budaya batak, yang terlintas adalah leluhur saya rupanya dulu sudah berbudaya dan memiliki filosofi yang tinggi.
Saya belum menjadi ahli budaya batak. Saya pun belum berniat menjadi ahli budaya batak. Saat ini saya baru sebatas menjadi penggemar dan penikmat budaya batak.
Kenapa budaya batak saja? Kenapa tidak belajar juga budaya Jawa, atau budaya Kalimantan, atau budaya Bali?
Tidak ada sedikitpun berniat menjadi rasis atau melecehkan budaya lain. Dalam benak saya, sebagai orang batak saya harus memprioritaskan mengetahui dulu budaya batak, mengetahui dulu filosofi budaya batak. Akan menjadi aneh terdengar kalau saya lebih menguasai budaya Jawa, atau budaya Kalimantan, atau budaya Bali, ketimbang budaya batak, budaya leluhur saya.
Terhadap budaya-budaya lain pun, ketertarikan saya untuk mengetahuinya juga ada. Dalam beberapa kesempatan, saya suka bincang-bincang dan bertanya-tanya. Tetapi untuk budaya batak, ketertarikan atau pun intensitas saya jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan ketertarikan atas budaya suku atau pun bangsa lainnya.
Begitulah gambaran tentang saya, salah satu manusia Napitupulu yang ada di bumi ini.
Selamat menikmati blog ini.
Jakarta, Minggu 15 Juli 2007

saya eddy napitupulu. tinggal di parongil , sidikalang, sumut. saya pinaomopar ni raja sipako yaitu raja marpaho. kebetulan say nomor 16. saya senang dengan biografi apara. ke depan kiranya kita dapat saling memberi imformasi. saat ini say bekerja di perusahaan tambang di PT.DPM. kami yang ada di pelosok ini tolong diberi imformasi mengenai marga kita. HOras………..
saya boru napitupulu dari sibalingga,keturunan Purbaragas juga saya sudah lihat tugu Purbaragas sibalingga.sayangnya saya tidak ikut peresmianya.kami tinggal di Lampung. silsilah Pubaragas ada di bapak saya, Pomparan Pubaragas semoga semakin terkenal keseluruh dunia
horas! gomparan ni ompunta Purbaragas.boi marsitandaan nangpe sopajumpang.hami parsibalingga dibaribani sirandos i {arah Barat Sirandos}
Horas Appara saya dilahirkan dan dibesarkan di Sibalingga sebelah barat desa sirandos. orang sirandos mengatakan sibalingga bariba.saya sekarang tinggal di Lampung.siapa nama oppung kita itu? atau nama Orang tua dari appara? mungkin saya kenal gompar Pandua? atau dari Purbaragas? tolong Konfirmasi
Horas, salam kenal.. Pak Irwan ini praktisi pasar modal kan? boleh kah sharing sedikit. Jika berkenan mohon hubungi saya via email. Terima kasih.